TRAVEL BLOG#3 - PANTAI TANJUNG AAN, LOMBOK : Pesona di balik Kesederhanaan

Pantai Tg Aan
Salah satu pesona Alam yang menjadi andalan di kota Lombok salah satunya adalah pantai. Beberapa bulan yang lalu tepatnya akhir April, aku dan kedua sahabatku yaitu Tejay dan Wira berkesempatan berkunjung ke kota Lombok. Sebagai para kaum pekerja yang butuh kesegaran batin kami memang memerlukan Refreshment dan menjadikan Lombok sebagai tujuan kami. Sebenarnya ini bisa dibilang sebuah kenekatan, dimana selain pengalaman Travelling kami bertiga cukup minim, kami juga tidak menggunakan Tour Guide dan tidak ada kenalan maupun saudara di Lombok. Kami hanya ngandalin Tuhan, asik #motivasionlen sama ngandelin Google Maps.

Setelah ke beberapa tempat keren di Lombok seperti Gili Trawangan,

serta ke bagian selatan Lombok yang cukup menguras stamina dan adrenalin karena rute perjalanan yg cukup menantang yaitu Taman Wisata Alam Gunung Tunak,

Baca Juga : TRAVEL BLOG#2 Taman Wisata Alam Gunung Tunak

Kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju Pantai Tg Aan yang tidak begitu jauh dari TWA Gunung Tunak. Untuk pengguna kendaraan bermotor dikenakan biaya sebesar Rp.5.000/Motor, lagi-lagi biaya masuk ke Pantai-pantai di Lombok sangat murah karena apabila dibandingkan dengan kota tempat aku tinggal bisa dibilang harga masuk pantainya bisa 2 sampe 3 kali lipat dari di Lombok padahal secara kualitas pantai? Yes you know lah.

Sesampainya disana kami langsung disambut dengan Beberapa orang yang menawarkan penyebrangan kapal menuju ke beberapa spot keren di sebrang pantai Tg Aan seperti Batu Payung, Batu Payung, Batu Payung lagi, *ingetnyacumanitu dan ada beberapa spot lagi cuman aku lupa HAHAHA. Karena energi yang cukup terkuras sewaktu perjalanan ke TWA Gunung Tunak kami pun langsung membentangkan Lazy Bag untuk berbaring-baring di pinggir-pinggir pantai, apa itu lazy bag? Lazy Bag itu semacam Tempat tidur yang diisi angin. Sambil bersantai ria, tentu lah sebagai manusia generasi Milenial ketika berada di tempat keren, yeah it's Time!


Dybala Mask in Pantai Tg Aan

View Tg Aan
Ketika kami disana sebenernya air lautnya sedang surut dan kami tetap memaksakan untuk main-main air lah untuk setidaknya merasakan air Laut dan ketika melihat air lautnya, Lombok memang juaranya kalo soal pantai, air lautnya benar-benar jernih dan kita bisa ngelihat apa yg ada di dasarnya. Kami pun tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada, kami langsung ngebawa Lazy Bag kami ke dalem laut dan ngapung-ngapung sambil tidur-tiduran diatas Lazy Bag, menutup mata sambil mengikuti kemana angin membawa arah Lazy Bag walaupun ketika coba menaiki Lazy Bag aku berkali-kali terjatuh dan kecemplung ke dalem Air. Merasakan desiran angin yang berhembus lembut meniup arah, Ombak yg berayun pelan dan suasana yang benar-benar kalem sukses mengisi energi yang sempat lelah.

Di instagram salah satu ikonik hits yg ada di Pantai Tg Aan adalah ayunannya dan sayangnya kami gak ada ngelihat ayunan itu, mungkin teman-teman yg pernah kesana bisa share di kolom komen letak ayunan ikonik itu dimana sih?
waktu disana memang kami ambil spot yg bisa dibilang paling pojok kanan karena deket tempat parkir motor namun juga sejauh mata memandang memang kami yg kekurangan ion atau emang gak kelihat ya itu ayunan? atau ayunannya bisa ngilang? atau ayunannya lagi jalan ama yg laen? lah kok galau*

Lagi-lagi kembali pantai di Lombok berhasil membayar lunas-selunas lunasnya biaya Rp.5.000 yang aku keluarkan, wajar memang di Lombok banyak turis-turis mancanegara. Asal berada di satu spot wisata, kami selalu menjumpai turis-turis asing. 

Nah di sebelah kanan atau sebelah timur dari pantai Tg aan ada juga bukit Meresek gak pakek 'x' loh ya, bukit yang cukup Hits dan biasa dijadikan Spot-spot foto yang keren, nah buat bukit Meresek mungkin bakal ada di postingan lain.

Di tengah keunggulan-keunggulan diatas, kami sempat berbincang dengan Pak Bambang salah satu Driver Transport di Lombok, beliau mengatakan ternyata Lombok juga rawan akan pembegalan dan salah satu daerah Lombok yg rawan pembegalan yaitu daerah Kute Lombok dan sekitaran itu. Jarak antara pantai Kute dan pantai Tg aan lumayan dekat, jadi buat temen-temen yang pengen liburan kesana tetap waspada dan hati-hati serta kalo bisa jangan terlalu malem pulangnya, begitu sih pesan dari pak Bambang dan YA! Kami baru tau beberapa hari kemudian! karena kami juga jumpa pak Bambang sewaktu perjalanan pulang menuju Bandara di Lombok, DAMN! Kami pulang dari pantai Tg Aan sekitaran jam 7 karena kami keasikan mengambil gambar serta menikmati pemandangan yg ada di bukit Meresek ya gitu lah generasi milenial suka lupa waktu, dasar! untung kami gak jadi Korban Begal. 

Terima Kasih Tuhan.

Ya ini akhir dari postingan ini, Buat teman-teman yang pernah ke pantai Tg aan boleh dishare di kolom komen pengalaman-pengalaman dan mungkin kejadian-kejadian unik yang pernah kalian alamin pas kesana.

Source Image : google



Previous
Next Post »
0 Komentar

YUK DITUNGGU KOMENTARNYA TEMAN-TEMAN